Berantas Penyakit Rabies di Bali, BBVet Denpasar Lakukan Tracing Rabies

posted in: Berita | 0

Dalam rangka mendukung upaya Provinsi Bali memberantas Penyakit Rabies. Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar yang merupakan UPT Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan kegiatan tracing rabies untuk mengejar anjing yang masih “infected”.
Kegiatan dilakukan pada hari Senin tanggal 12 Februari 2018 di Banjar Yadnya Kerti Desa Uaran Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng.
I Wayan Masa Tenaya selaku Kepala BBVet Denpasar mengatakan, pada desa tersebut terdapat 5 korban gigitan anjing, diantaranya 3 anak-anak dan 2 orang dewasa.
Untuk itu I Wayan langsung mengintruksikan jajarannya agar turun ke lapangan untuk melakukan Tracing Rabies. “Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesadaran tentang bahaya penyakit rabies,” ungkapnya.
I Wayan mengatakan, kegiatan ini dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap korban dan tetangga korban dengan radius kurang lebih 100 meter sampai 1 kilometer dari lokasi gigitan anjing.
Adapun yang diwawancarai adalah tetangga korban yang memiliki anjing.
“Kami langsung melakukan pengambilan sampel serum sebanyak 20 serum anjing,” kata¬† I Wayan.
“Masyarakat yang kami wawancara sebanyak 28 warga yang ada di sekitar lokasi gigitan anjing,”¬† tambahnya.
Menurutnya, saat ini sampel serum tersebut sudah diproses di laboratorium bioteknologi milik Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar.
“Kita akan lihat seberapa tingkat kekebalan anjing terhadap Rabies, dan hasilnya akan kita gunakan untuk membuat rekomendasi untuk tindaklanjutnya,” pungkasnya.

IMG_5334 IMG_5337

IMG_5336 IMG_5335

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *