PEMBINAAN INTERNAL PENERAPAN KESEJAHTERAAN HEWAN DI BALAI BESAR VETERINER DENPASAR

posted in: Berita | 0

Balai Besar Veteriner Denpasar pada tanggal 28 Mei 2018 melaksanakan workshop “ Pembinaan Internal Kesejahteraan Hewan “ pada personil laboratorium, bertempat di Gedung Serba Guna Balai Besar Veteriner Denpasar.

Isu  kesejahteraan hewan telah mendapat perhatian penting dan menjadi sorotan dunia terkait dengan munculnya beberapa kasus dan kejadian terkait kesejahteraan hewan. Universal Declaration of Animal Welfare merupakan suatu deklarasi dunia untuk mendukung kesejahteraan hewan secara universal. Salah satu konsep mengenai kesejahteran hewan (animal welfare) yang dipakai dikenal dengan nama “Five (5) Freedoms”. Ketentuan ini mewajibkan semua hewan yang dipelihara atau hidup bebas di alam memiliki hak-hak/kebebasan sebagai berikut : Freedom from hunger and thirst (bebas dari rasa lapar dan haus), Freedom from discomfort (bebas dari rasa tidak nyaman), Freedom from pain, injury and disease (bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit), Freedom from fear and distress (bebas dari rasa takut dan stress), serta Freedom to express natural behavior (bebas untuk mengekpresikan tingkah laku alamiah)

Undang-Undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan beserta Peraturan Pemerintah Nomor 95 tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan mengamanatkan bahwa lima prinsip kebebasan hewan sebagaimana dikenal dengan istilah Five Freedoms juga telah diadopsi dan diakomodir sebagai ketentuan baku dalam aturan-aturan hukum sebagai pedoman penerapan kesejahteraan hewan di Indonesia.

Berdasarkan surat keputusan Menteri Pertanian Nomor :54/Permentan/OT.140/5/2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Veteriner, bahwa tugas pokok Balai Besar Veteriner adalah melaksanakan pengamatan dan pengidentifikasian diagnosa, pengujian veteriner dan produk hewan, serta pengembangan teknik dan metode penyidikan, diagnosa dan pengujian veteriner. Untuk mendukung kegiatan tersebut juga dibutuhkan penggunaan hewan laboratorium.

Hewan laboratorium yang dipelihara khusus untuk tujuan percobaan, penelitian, pengujian, penghasilan bahan biomedik dan lain sebagainya harus memiliki keadaan fisiologis dan psikologi yang sesuai untuk menunjang kualitas hidupnya, sesuai dengan Five Freedom dan juga sesuai dengan pedoman menggunakan hewan laboratorium ( prinsip etik penggunaan hewan laboratorium) yang dikenal dengan 3R yaitu Replacement, Reduction dan Refinement.

Mengingat pentingnya penerapan kesejahteraan hewan, Balai Besar Veteriner Denpasar pada tanggal 28 Mei 2018 melaksanakan workshop “ Pembinaan Internal Kesejahteraan Hewan “ pada personil laboratorium, bertempat di Gedung Serba Guna Balai Besar Veteriner Denpasar.  Kegiatan ini dikuti oleh 70 peserta (BBvet Denpasar, BPTU-HPT Denpasar, Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem). Acara workshop ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Bapak drh. I Ketut Diarmita, M.P,  didampingi oleh Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Bapak drh. Syamsul Ma’Arif, M.Si dan Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar Bapak drh. I Wayan Masa Tenaya, M.Phil, Ph.D. Narasumber drh. Fitriya Nur Annisa Dewi, Ph.D, Cert. LAM dengan materi “Kesejahteraan Hewan Laboratorium: Prinsip Etik, Regulasi dan Komisi Etik Penggunaan Hewan”  dan Dr. drh. I Wayan Batan, MS dengan materi “Welfare pada Hewan Laboratorium”

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk, melakukan sosialisasi perihal penerapan Kesejahteraan Hewan pada personil laboratorium dan personil yang kegiatannya berhubungan dengan hewan percobaan laboratoirum di Balai Balai Besar Veteriner Denpasar, serta meningkatkan Pemahaman dan pengetahuan akan kesejahteraan hewan, khususnya penggunaan hewan laboratorium sebagai hewan percobaan.

Leave a Reply