1. PENDAHULUAN

Balai Besar Veteriner (BB-Vet) atau yang disebut juga Laboratorium Kesehatan Hewan Type A Denpasar merupakan unit pelayanan teknis (eselon II/b) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yang mempunyai wilayah kerja meliputi tiga wilayah provinsi yaitu Provinsi Bali, NTB dan NTT. Nama BBVet Denpasar dikukuhkan dalam Permentan Nomor : 54/Permentan/OT.140/5/2013 tertanggal24 Mei 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Veteriner Denpasar. Berdasarkan undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik yang mengatur tentang prinsip-prinsip pemerintahan yang baik yang merupakan efektifitas fungsi-fungsi pemerintahan itu sendiri. Balai Besar Veteriner Denpasar sebagai Unit Pelaksanaan Teknis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian merupakan salah satu institusi Penyelenggara Negara di bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner dan bertanggungjawab kepada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan secara teknis dibina oleh Direktorat Kesehatan Hewan dan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pascapanen. Pelayanan publik yang diberikan oleh Balai Besar Veteriner Denpasar  adalah diagnose penyakit hewan, surveilans, monitoring, investigasi dan pelayanan jasa pengujian laboratorium wilayah kerja Bali, NTB dan NTT.  Dan sebagai laboratorium rujukan nasional untuk penyakit SE dan Jembrana serta melayani permintaan surveilans dan pengujian laboratorium daerah lainnya di indonesia.

Sebagai laboratorium pengujian, Lab. BBVet Denpasar telah menerapkan sistem manajemen mutu 17025:2008 dan telah mendapatkan sertifikat akreditasi 17025:2008  sejak tahun 2002 dengan kode LP-123-IDN, SNI/ISO/IEC 17025:2008 (ISO/IEC 17025:2005) yang berlaku dari tanggal 21 Pebruari 2013 sampai dengan tanggal          20 Pebruari 2017. Berdasarkan surveilans yang dilakukan oleh tim dari KAN, status akreditasi tersebut tetap dapat dipertahankan sampai saat ini. BB-Vet Denpasar juga telah mendapatkan sertifikasi dalam penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2008, dari TUV Rheinland Cert Gmbh dengan nomor sertifikasi 01 100 1327149 yang berlaku sejak tanggal 26 Desember 2013 sampai dengan 25 Desember 2016.

 

 

 

 

1.1 Tugas Pokok dan Fungsi BB-Vet Denpasar

BB-Vet Denpasar mempunyai tugas pokok melaksanakan penyidikan, pengujian veteriner dan pengembangan teknik dan metoda penyidikan dan pengujian veteriner.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, BB-Vet Denpasar menyelenggarakan fungsi :

  • Penyusunan program, rencana kerja, dan anggaran,pelaksanaan kerja sama, serta penyiapan evaluasi dan pelaporan.
  • Pelaksanaan penyidikan penyakit .
  • Pelaksanaan penyidikan melalui pemeriksaan dan pengujian produk hewan.
  • Pelaksanaan surveilans penyakit hewan, dan produk hewan.
  • Pemeriksaan kesehatan hewan, semen, embrio, dan pelaksanaan diagnosa penyakit hewan.
  • Pembuatan peta penyakit hewan regional.
  • Pelaksanaan pelayanan laboratorium rujukan dan acuan diagnosa penyakit hewan menular.
  • Pelaksanaan pengujian dan pemberian laporan dan / atau sertifikasi hasil uji.
  • Pelaksanaan pengujian forensik veteriner.
  • Pelaksanaan peningkatan kesadaran masyarakat ( public awareness ).
  • Pelaksanaan kajian terbatas teknis veteriner.
  • Pelaksanaan pengujian toksikologi veteriner dan keamanan pakan.
  • Pemberian bimbingan teknis laboratorium veteriner, pusat kesehatan hewan, dan kesejahteraan hewan.
  • Pemberian rekomendasi hasil pemeriksaan dan pengujian veteriner, serta bimbingan teknis penanggulangan penyakit hewan.
  • Pelaksanaan analisis risiko penyakit hewan dan keamanan produk hewan regional.
  • Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pelayanan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner.
  • Pengkajian batas maksimum residu obat hewan dan cemaran mikroba.
  • Pemberian pelayanan teknis, pengujian veteriner dan produk hewan, serta pengembangan teknik dan metoda penyidikan, diagnosa dan pengujian veteriner.
  • Pelaksanaan pengembangan dan desiminasi teknik dan metoda penyidikan, diagnosa dan pengujian veteriner.
  • Pengembangan sistem dan diseminasi informasi veteriner.
  • Pengumpulan, pengolahan, dan analisa data pengamatan dan pengidentifikasian diagnosa, pengujian veteriner dan produk hewan.
  • Pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga BB-Vet Denpasar.

1.2 Kegiatan BB-Vet Denpasar

1)    Pelayananteknis kesehatan hewan.

Meliputi kegiatan rutin diagnosa.

2)    Pelayanan teknis kesehatan masyarakat veteriner.

Meliputi kegiatan : pengujian keamanan pangan produk asal hewan (misalnya pengujian residu antibiotika, pestisida, hormone, cemaran mikroba, logam berat)

3)    Manajemen kesehatan hewan.

Meliputi kegiatan : penyidikan, surveilans, monitoring vaksinasi, penelitian, pengembangan metoda pengujian, pemeriksaan kesehatan hewan, pemberian saran teknis penanggulangan dan penolakan penyakit hewan, pembuatan peta regional penyakit hewan, analisis resiko dan pembuatan dokumentasi dan penyebaran informasi kesehatan hewan.

4)    Sertifikasi / laporan hasil pengujian.

Meliputi kegiatan : pembuatan sertifikasi atau laporan hasil pengujian tentang status kesehatan hewan dan pengujian produk asal hewan.

Semua Laboratorium dalam lingkungan BBVet Denpasar melaksanakan pengujian sesuai persyaratan standar seperti diatur dalam SNI ISO/IEC 17025 : 2008dalam rangka untuk memuaskan kepentingan pelanggan, kepentingan pemerintah (Kementerian Pertanian) dan Badan Standarisasi Nasional (BSN) – Komite Akreditasi Nasional (KAN). 

1.3 Struktur Organisasi BBVet Denpasar

Dasar Hukum Struktur organisasi BBVet Denpasar yaitu Permentan No. 54/Permentan/OT.140/5/2013 tertanggal24 Mei 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Veteriner Denpasar.Balai Besar Veteriner Denpasar yang dipimpin oleh seorang  Kepala Balai, merupakan UPT Eselon II/b Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Struktur organisasi BB-Vet Denpasar terdiri dari :

1)    Bagian Umum, terdiri dari :

– Sub Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha

– Sub Bagian Keuangan

– Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan

2)    Bidang Program dan Evaluasi, terdiri dari :

– Seksi Program

– Seksi Evaluasi dan Pelaporan

3)    Bidang Pelayanan Veteriner, terdiri dari :

– Seksi Pelayanan Teknik

– Seksi Informasi Veteriner

4)    Kelompok Jabatan Fungsional, terdiri dari Medik dan Paramedik Veteriner yang bertugas pada :

–   Lab Virologi

–   Lab Bioteknologi

–   Lab Bakteriologi

–   Lab Parasitologi

–   Lab Patologi

–   Lab Kesmavet

–   Epidemiologi

Bagan struktur organisasi:

Tugas dan Wewenang

 

1)    Kepala Balai mempunyai tugas pokok :

–   mengkoordinasikan, mengawasi dan membina terhadap semua kegiatan dan pelaksanaan tugas-tugas Bagian Umum, Bidang Program dan Evaluasi, Bidang Pelayanan Veteriner dan Kelompok Jabatan Fungsional.

–   mengkoordinasikan kegiatan teknis sesuai dengan fungsinya.

 

2)    Bagian Umum, mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan kepegawaian, tata usaha, keuangan dan rumah tangga dan perlengkapan, dan tugas lainnya yang ditugaskan oleh Kepala Balai.

Bagian Umum terdiri dari :

– Sub Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas pokok melakukan urusan kepegawaian dan ketatausahaan Balai.

– Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok melakukan pengurusan keuangan.

– Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas pokok melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan.

 

3) Bidang Program dan Evaluasi, mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan program dan evaluasi kegiatan dan kerjasama kegiatan penyidikan, pengujian veteriner dan pengembangan teknik dan metoda penyidikan dan pengujian veteriner.

Bidang Program dan Evaluasi terdiri dari :

– Seksi Program, mempunyai tugas pokok melakukan penyiapan bahan penyusunan program, anggaran dan rencana kerja, serta kerjasama kegiatan penyidikan, pengujian veteriner dan pengembangan teknik dan metoda penyidikan dan pengujian veteriner.

– Seksi Evaluasi dan Pelaporan, mempunyai tugas pokok melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penyidikan, pengujian veteriner dan pengembangan teknik dan metoda penyidikan dan pengujian veteriner.

 

4) Bidang Pelayanan Veteriner, mempunyai tugas pokok melaksanakan pemberian pelayanan teknik kegiatan penyidikan, pengujian veteriner dan pengembangan teknik dan metoda penyidikan dan pengujian veteriner, serta penyiapan pengembangan sistem diseminasi informasi veteriner.

Bidang Pelayanan Veteriner terdiri dari :

– Seksi Pelayanan Teknik, mempunyai tugas pokok melakukan pemberian pelayanan teknik kegiatan penyidikan, pengujian veteriner dan pengembangan teknik dan metoda penyidikan dan pengujian veteriner.

–  Seksi Informasi Veteriner, mempunyai tugas pokok melakukan pengumpulan, pengolahan dan analisis data kegiatan penyidikan, pengujian veteriner dan pengembangan teknik dan metoda penyidikan dan pengujian veteriner serta penyiapan bahan pengembangan sistem dan diseminasi informasi veteriner.

 

6) Kelompok Jabatan Fungsional, terdiri dari jabatan fungsional Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner serta sejumlah jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam beberapa kelompok jabatan fungsional berdasarkan bidang masing-masing sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. BBVet Denpasar memiliki kelompok jabatan fungsional yang bertugas pada Lab Virologi, Lab Bioteknologi, Lab Bakteriologi, Lab Parasitologi, Lab Patologi, Lab Kesmavet dan Epidemiologi.

 

1.4 Struktur Organisasi Sistem Manajemen Mutu

Disamping organisasi Balai, dalam rangka pelayanan pengujian yang mengacu pada system jaminan mutu, BBVet Denpasar juga memiliki Struktur Organisasi Sistem Manajemen Mutu yang tertuang dalam Keputusan Kepala Balai Besar  Veteriner Denpasar No. 00036/Kpts/OT.220/F5.F/01/2011 tertanggal 6 Januari 2011 dan SNI 17025.

Struktur Organisasi Sistem Manajemen Mutu BBVet Denpasar terdiri dari:

  • Manajer Puncak / Kepala Balai
  • Manajer Mutu
  • Diagnostisian
  • Manajer Teknis

– Lab Virologi

– Lab Bioteknologi

– Lab Bakteriologi

– Lab Parasitologi

– Lab Patologi

– Lab Kesmavet

  • Penyelia

– Lab Virologi

– Lab Bioteknologi

– Lab Bakteriologi

– Lab Parasitologi

– Lab Patologi

– Lab Kesmavet

  • Penguji

– Lab Virologi

– Lab Bioteknologi

– Lab Bakteriologi

– Lab Parasitologi

– Lab Patologi

– Lab Kesmavet

7)    Manajer Administrasi terdiri dari :

– Penanggung Jawab Penerima dan Pendistribusi Sampel (PJPPS)

– Penanggung Jawab Pemusnah Sampel (PJ PS)

– Penanggung Jawab Peralatan dan Lingkungan (PJ PL)

Tanggung Jawab dan Wewenang

1)    Manajer Puncak / Kepala Balai :

–    Bertugas menetapkan dan memelihara kebijakan mutu.

–    Bertugas menetapkan persetujuan panduan mutu.

– Bertugas menetapkan sasaran mutu

–    Bertugas melakukan kaji ulang Sistem Manajemen Mutu.

–    Bertugas menyediakan dana dan sumberdaya manusia.

–    Berwenang mengangkat dan memberhentikan personil.

– Berwenang memberikan sangsi terhadap personil yang melanggar Sistem Manajemen Mutu.

– Bersama Diagnostisian menandatangani laporan hasil pengujian.

– Memelihara dan meningkatkan Sistem Manajemen Mutu laboratorium.

– Mengidentifikasi kejadian penyimpangan dari Sistem Manajemen Mutu.

– Melakukan tindakan pencegahan atau meminimalkan terjadinya penyimpangan.

2)    Manajer Mutu :

–    Bertugas menetapkan Sistem Manajemen Mutu sesuai standar BSN/ KAN.

– Bertugas menyiapkan materi Sistem Manajemen Mutu.

– Bertugas sebagai penghubung dengan KAN.

– Bertugas mengkoordinir pelaksanaan audit internal dan audit eksternal.

– Berwenang memutasikan personel sesuai dengan spesialisasi kebutuhan laboratorium dengan persetujuan Manajer Puncak.

– Berwenang melakukan perubahan dan penarikan dokumen Sistem  Manajemen Mutu dengan persetujuan Manajer Puncak.

– Bertugas merencanakan serta menyusun program dan silabus Diklat Teknis dengan persetujuan Manajer Puncak.

– Bertugas merencanakan kaji ulang manajemen dengan persetujuan Manajer Puncak.

– Mengimplementasikan, memelihara dan meningkatkan sistem manajemen mutu laboratorium.

– Mengidentifikasi kejadian penyimpangan dari Sistem Manajemen Mutu.

– Melakukan tindakan pencegahan atau meminimalkan terjadinya penyimpangan.

3)    Diagnostisian :

Diagnostisian (D) adalah staf Dokter Hewan yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar, dengan tugas meliputi :

– Mengawasi pelaksanan seluruh kegiatan pengujian sesuai jadwal tugasnya.

– Mengkoordinasikan pengujian sampel.

– Menadatangani laporan hasil pengujian.

– Mengawasi keabsahan data hasil pengujian.

– Apabila berhalangan maka digantikan oleh Diagnostisian yang ada di tempat.

– Mengimplementasikan, memelihara dan meningkatkan sistem manajemen mutu laboratorium.

– Mengidentifikasi kejadian penyimpangan dari sistem manajemen mutu.

– Mengidentifikasi kejadian penyimpangan dari prosedur pelaksanan pengujian.

– Melakukan tindakan pencegahan atau meminimalkan terjadinya penyimpangan dalam bidang tugasnya.

4)    Manajer Teknis :

– Bertugas mengkomunikasikan Panduan Mutu kepada pelaksana terkait sesuai bidangnya.

– Bertugas memvalidasi metode pengujian, sesuai bidangnya.

– Bertugas mengembangkan metode pengujian

– Bertugas mengesahkan dokumen Instruksi Kerja Pengujian (IKP) dan Instruksi Kerja Alat (IKA) sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

– Bertugas menambah ruang lingkup pegujian yang akan diakreditasi sesuai dengan kebutuhan.

– Bertugas melakukan pengawasan terhadap semua peralatan yang digunakan dalam pengujian yang menjadi tanggungjawabnya.

– Bertugas memberi instruksi teknis pengujian kepada personel penguji yang menjadi bidangnya.

– Bertugas mengawasi keabsahan data hasil pengujian.

– Bertugas memeriksa hasil uji analisis sesuai dengan bidangnya.

– Bertugas melaporkan kegiatan pengujian dalam bidangnya kepada Diagnostisian.

– Berwenang memintai penyelia/penguji untuk menguji atau menguji ulang terhadap sampel yang diragukan kebenarannya.

– Berwenang memberi tanda tangan (paraf) pada laporan hasil pengujian sesuai dengan bidang tugasnya.

– Mengimplementasikan, memelihara dan meningkatkan sistem manajemen mutu laboratorium, sesuai bidangnya.

– Mengidentifikasi kejadian penyimpangan dari sistem manajemen mutu, sesuai bidangnya.

– Mengidentifikasi kejadian penyimpangan dari prosedur pelaksanan pengujian, sesuai bidangnya.

– Melakukan tindakan pencegahan atau meminimalkan terjadinya penyimpangan.

5)    Penyelia

– Bertugas membantu Manajer Teknis (MT) sesuai bidangnya  melakukan pengawasan dan pembinaan kegiatan pengujian yang menjadi tanggungjawabnya.

– Bertugas memberi arahan / instruksi teknis pengujian kepada personel penguji yang menjadi bidangnya.

– Bertugas membantu MT dalam mengawasi keabsahan data hasil pengujian yang menjadi tanggungjawabnya.

– Bertugas memeriksa hasil uji analisis sesuai dengan bidangnya.

– Bertugas melaporkan kegiatan pengujian dalam bidangnya kepada MT.

– Berwenang memberi tanda tangan (paraf) pada data asli (orisinil) bahan laporan hasil pengujian sesuai dengan bidang tugasnya.

– Mengimplementasikan, memelihara dan meningkatkan sistem manajemen mutu laboratorium, sesuai bidangnya.

– Mengidentifikasi kejadian penyimpangan dari sistem manajemen mutu sesuai bidangnya.

– Mengidentifikasi kejadian penyimpangan dari prosedur pelaksanaan pengujian sesuai bidangnya.

– Melakukan tindakan pencegahan atau meminimalkan terjadi penyimpangan dalam bidang tugasnya.

6)    Penguji terdiri atas:

– Penguji Virologi, bertugas melaksanakan pengujian secara virologi dan wajib menjaga kerahasiaan hasil uji sesuai dengan Sistem Manajemen Mutu.

–    Penguji Bioteknologi, bertugas melaksanakan penguian secara bioteknologi, dan wajib menjaga kerahasiaan hasil uji sesuai dengan Sisitem Manajemen Mutu.

–    Penguji Bakteriologi, bertugas melaksanakan pengujian secara bakteriologi, dan wajib menjaga kerahasiaan hasil uji sesuai dengan Sistem Manajemen Mutu.

–    Penguji Parasitologi bertugas melaksanakan pengujian secara parasitologi, dan wajib menjaga kerahasiaan hasil uji sesuai dengan Sistem Manajemen Mutu.

–    Penguji Patologi bertugas melaksanakan pengujian dan diagnosa secara patologi dan wajib menjaga kerahasiaan hasil uji dan diagnosa sesuai dengan Sistem Manajemen Mutu.

–    Penguji Kesmavet bertugas melaksanakan pengujian secara kesmavet dan wajib menjaga kerahasiaan hasil uji sesuai dengan Sistem Manajemen Mutu.

–    Seluruh penguji dapat memberikan saran perbaikan kepada Manajer Mutu, Manajer Teknis dan Penyelia berkaitan dengan metode pengujian yang digunakan.

–    Mengimplementasikan, memelihara dan meningkatkan sistem manajemen mutu laboratorium.

–    Mengidentifikasi dan melaporkan adanya dugaan kejadian penyimpangan dari sistem manajemen mutu kepada Penyelia atau MT terkait.

–    Mengidentifikasi dan melaporkan adanya dugaan kejadian penyimpangan dari prosedur pelakasanaan pengujian kepada Penyelia atau MT terkait.

–    Melaporkan segala sesuatu yang berindikasi diluar Sistem Manajemen Mutu sebagai tindakan pencegahan atau meminimalkan terjadinya penyimpangan kepada Penyelia atau MT terkait.

7)    Manajer Administrasi

–    Bertugas melakukan penelusuran terhadap hasil uji, apabila terjadi pengaduan teknis dan apabila diperlukan dilakukan pengujian ulang terhadap arsip sampel untuk tindak perbaikan.

–    Bertugas mengkoordinir kegiatan uji banding dan uji profisiensi.

–    Bertugas mengawasi pelaksanaan tugas penanggung jawab penerima dan pendistribusi sampel (PJ PPS).

–    Bertugas mengawasi pelaksanaan tugas penanggung jawab pemusnah sampel (PJ PS)

–    Bertugas mengawasi pelaksanaan tugas penanggung jawab peralatan dan lingkungan (PJ PL)

– Bertugas mengawasi pemberian penomoran agenda surat-surat jawaban hasil pemeriksaan sampel.

–    Betugas mengirim atau menyampaikan sertifikat atau laporan hasil pengujian sampel kepada pemilik / pengirim sampel, setelah ditandatangani oleh Diagnostisian dan Manajer Puncak.

–    Bertugas menyimpan arsip hasil pengujian secara sistematis, serta arsip dokumen lainnya.

–    Bertugas membantu tugas MM, MT dan D secara administratif.

–    Berwenang melakukan verifikasi terhadap surat jawaban hasil pengujian setelah ditandatangani oleh D atau sebelum ditandatangani oleh Manajer Puncak.

–    Bertugas merencanakan serta bertanggungjawab terhadap penyusunan program kalibrasi peralatan.

–    Mengimplementasikan, memelihara dan meningkatkan sistem manajemen mutu laboratorium.

–    Mengidentifikasi kejadian penyimpangan dari sistem manajemen mutu.

–    Melakukan tindakan pencegahan atau meminimalkan terjadinya penyimpangan.

8)    Petugas Pengambil Sampel (PPS)

–    Bertugas melakukan pengambilan sampel sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

–    Bertugas menjaga keamanan sampel sejak pengambilan sampai diserahkan di laboratorium.

–    Bertugas meyerahkan surat pengantar sampel kepada Manajer Administrasi, dan menyerahkan sampel ke penanggung jawab penerima dan pendistribusi sampel.

–    Bertugas menjaga kerahasiaan pemilik sampel sesuai dengan Sistem Manajemen Mutu yang telah ditetapkan.

–    Mengimplementasikan, memelihara dan meningkatkan sistem manejemen mutu laboratorium, sesuai bidang tugasnya.

–    Mengindentifikasikan kejadian penyimpangan dari sistem manejemen mutu, sesuai bidang tugasnya.

–    Mengindentifikasi kejadian penyimpangan dari prosedur pengambilan sampel.

–    Melakukan tindakan pencegahan atau meminimalkan terjadinya penyimpangan berkaitan dengan prosedur pengambilan sampel.

9)  Penanggung Jawab Penerima dan Pendistribusi Sampel (PJ PPS)

–    Bertugas menerima sampel dari PPS atau pengirim sampel serta mecocokan keterangan sampel dengan isinya.

–    Bertugas mencatat sampel dalam Buku Agenda Teknis.

–    Betugas memberikan nomor / kode laboratorium pada sampel.

–    Bertugas membagikan sampel ke laboratorium untuk pengujian sesuai dengan permintaan.

–    Bertugas mengumpulkan data hasil pengujian.

–    Bertugas memasukkan data sampel ke dalam aplikasi Infolab.

–    Betugas mempersiapkan laporan hasil pengujian.

–    Menyiapkan arsip hasil pengujian secara sistematis.

–    Bertugas menjaga kerahasiaan nama pemilik sampel, data hasil

pengujian, sesuai dengan Sistem Manajemen Mutu.

–    Mengimplementasikan, memelihara dan meningkatkan sistem manajemen mutu laboratorium dalam penerimaan dan pendistribusian sampel.

–    Mengidentifikasi dan melaporkan adanya dugaan terjadinya penyimpangan dari sistem manajemen mutu berkaitan dengan penerimaan dan pendistribusian sampel.

–    Melakukan tindakan pencegahan atau meminimalkan terjadinya penyimpangan, berkaitan dengan penerimaan dan pendistribusian sampel.

10)  Penanggung Jawab Pemusnah Sampel (PJ PS)

–    Bertugas melakukan pemusnahan sampel, limbah dan bahan kimia yang ada di tiap laboratorium yang tidak digunakan lagi sesuai yang ditentukan dalam Pedoman      Panduan Mutu.

–    Berkoordinasi dengan para Penguji, Penyelia atau Manajer Teknis untuk melakukan pemusnahan sampel.

–    Mengimplementasi, memelihara dan meningkatkan sistem manajemen mutu laboratorium, berkaitan dengan bidang tugasnya.

–    Mengindentifikasi kejadian penyimpangan sistem manajemen mutu, berkaitan dengan bidang tugasnya.

–    Mengindentifikasi kejadian penyimpangan berkaitan dengan prosedur pemusnahan sampel.

–    Melakukan tindakan pencegahan atau meminimalkan terjadinya panyimpangan, berkaitan dengan prosedur pemusnahan sampel.

11)  Penanggung Jawab Peralatan dan Lingkungan (PJ PL)

–    Bertugas menginvetarisir data peralatan laboratorium.

–    Bertugas melakukan perencanaan kalibrasi peralatan atas saran dari Penguji, Penyelia atau Manajer Teknis, sesuai dengan prosedur seperti diatur dalam DP No. 4.1.

–    Melakukan pemeriksaan peralatan laboratorium secara periodik.

–    Melakukan pemeliharaan ligkungan baik di dalam maupun di halaman laboratorium agar tetap bersih dan suci hama.

–    Mengimplementasi, memelihara dan meningkatkan sistem manajemen mutu laboratorium, berkaitan dengan bidang tugasnya.

–    Mengindentifikasi kejadian penyimpangan sistem manajemen mutu, berkaitan dengan bidang tugasnya.

–    Mengindentifikasi kejadian penyimpangan berkaitan dengan peralatan dan kebersihan lingkungan.

–    Melakukan tindakan pencegahan atau meminimalkan terjadinya panyimpangan, berkaitan dengan peralatan, prosedur pemusnahan sampel dan kebersihan lingkungan.

Bagan organisasi Sistem Manejemen Mutu laboratorium BBVet Denpasar:

Keterangan :

PJ PPS : Penanggung Jawab Penerima dan Pendistribusi Sampel

PJ PS         : Penanggung Jawab Pemusnah Sampel

PJ PL         : Penanggung Jawab Peralatan dan Lingkungan

MT              : Manajer Teknis

1.5 Visi

Terwujudnya masyarakat sehat dan produktif melalui pelayanan diagnosa penyakit hewan serta pengujian bahan asal hewan yang cepat, tepat, akurat.

  • Misi
  • Mewujudkan pelayanan kesehatan hewan yang profesional.
  • Menyediakan informasi tentang kesehatan hewan tingkat nasional maupun internasional.
  • Melindungi ternak dari penyakit hewan yang mengancam kelestarian sumber daya hewan dan lingkungan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Mewujudkan status kesehatan hewan yang kondusif untuk menjamin kestabilan usaha di bidang peternakan dan kesehatan hewan yang lestari dan berdaya saing.
  • Mewujudkan infrastruktur laboratorium yang aman bagi petugas, masyarakat, hewan dan lingkungannya.
  • Mewujudkan produk pangan hewani yang aman, sehat, utuh dan halal, serta berkualitas.
  • Mewujudkan bahan asal hewan yang aman, sehat dan utuh serta berkualitas.

1.7 Motto

BBVet Denpasar mempunyai motto :

  • Bersih adalah Pelayanan yang diberikan dengan ramah, jujur dan transparan.
  • Tepat adalah Pelayanan yang diberikan sesuai sasaran dan tepat waktu.
  • Akurat adalah Pelayanan dengan memberikan hasil pengujian yang pasti.
  • Kompeten adalah Pelayanan yang diberikan secara cakap.
  • Standar adalah Pelayanan yang diberikan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan
  • Urgensi adalah Pelayanan yang diberikan terhadap pentingnya penyelesaian

II.JENIS PELAYANAN PUBLIK

  1. Pelayanan Umum : Mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan kepegawaian dan ketatausahaan, meliputi :
  2. Subbagian kepegawaian dan Tata Usaha, tugas pokok : melakukan urusan kepegawaian dan ketatausahaan.
  3. Subbagian Keuangan, tugas pokok : melakukan urusan keuangan.
  4. Subbagian rumah tangga dan perlengkapan, tugas pokok : melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan.
  5. Pelayanan Bidang Program dan Evaluasi : melakukan penyusunan program rencana kerja anggaran, pelaksanaan kerja sama, serta penyiapan evaluasi dan pelaporan kegiatan pengamatan dan pengidentifikasian diagnosa, pengujian veteriner dan produk hewan, serta pengembangan teknik dan metode penyidikan, diagnosa, dan pengujian veteriner. Bidang program dan evaluasi terdiri dari :
  6. Seksi Program mempunyai tugas pokok : melakukan penyiapan bahan penyusunan program, rencana kerja dan anggaran, pelaksanaan kerja sama pengamatan dan pengidentifikasian diagnosa, pengujian veteriner, dan pengujian veteriner dan produk hewan serta pengembangan teknik dan metoda penyidikan dan pengujian veteriner.
  7. Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas pokok : melakukan penyiapan bahan evaluasi, dan penyusunan laporan pengamatan dan pengidentifikasian diagnosa, pengujian veteriner dan produk hewan serta pengembangan teknik dan metoda penyidikan, diagnosa dan pengujian veteriner.
  8. Pelayanan Bidang Veteriner pengamatan dan pengidentifikasian diagnosa, pengujian veteriner dan produk hewan, pengembangan teknik dan metoda penyidikan, diagnosa dan pengujian veteriner, serta penyiapan pengembangan system dan diseminasi informasi. Bidang Pelayanan Veteriner terdiri dari :
  9. Seksi pelayanan teknis mempunyai tugas pokok : Melakukan pemberian pelayanan teknik pengamatan dan pengidentifikasian diagnosa, pengujian veteriner, dan produk hewan, serta pengembangan teknik dan metoda penyidikan, diagnosa dan pengujian veteriner.
  10. Seksi Informasi Veteriner mempunyai tugas pokok : Melakukan pengumpulan pengolahan data dan analisis data pengamatan dan pengidentifikasian diagnosa,pengujian veteriner dan produk hewan, serta pengembangan teknik dan metoda penyidikan, diangosa dan pengujian veteriner, serta penyiapan bahan pengembangan system dan diseminasi informasi veteriner

III. DASAR HUKUM

  1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
  2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Nomor 30 Tahun 2014 tentang Pedoman Inovasi Pelayanan Publik.

  1. Peraturan Menteri Pendayagunaan aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Nomor 31 Tahun 2014, tentang Pedoman Mystery Shopping   Penyelenggaraan Pelayanan Publik.

  1. Peraturan Menteri Pendayagunaan aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Nomor 53 Tahun 2014, tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

  1. Peraturan Menteri Pendayagunaan aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Nomor 1 Tahun 2015, tentang Evaluasi Pelayanan Publik.

  1. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 78/Permentan/OT.140/8/2013, tanggal 21 Agustus 2013 tentang Pedoman Pengukuran Indek Kepuasan Masyarakat di Lingkungan Kementerian Pertanian.
  1. STANDAR PELAYANAN PUBLIK

BB-Vet Denpasar menetapkan standard pelayanan publik sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan pelanggan. Adapun persyaratan pelayanan yang telah ditetapkan meliputi:

1.Syarat pengiriman sample:

Pelanggan yang membawa sample untuk diuji agar mengikuti ketentuan sesuai dengan yang dipersyaratkan. Sampel yang tidak sesuai dengan persyaratan akan ditolak atau tidak dilakukan pengujian. Persyaratan pengiriman sampel yaitu:

a).Pelanggan/pengirim sample disertai dengansurat pengantar sampel yang disatukan bersama sample atau mengisi formulir yang sudah disediakan.

b).Nama dan pengirim sampel harus jelas dan lengkap, (termasuk No. telp., fax, email) sehingga mudah dijangkau oleh jasa Pos pada saat pengiriman jawaban atau laporan hasil pengujian sampel.

c).Nama dan asal pemilik sampel/ternak harus lengkap dan benar, meliputi nama desa, kecamatan dan kabupaten. Lokasi asal sampel/ternak diperlukan dalam penyusunan laporan dan peta penyakit.

d).Identitas ternak  harus ditulis lengkap, meliputi: jenis ternak, ras, umur, jenis kelamin, status vaksinasi dan data pendukung lainnya.

e).Sampel yang dikirim harus dalam keadaan baik (tidak busuk) dan dikirim dengan jumlah/volume yang cukup sesuai dengan jenis uji yang diminta.

f).Sampel dikirim dalam keadaan segar atau dikirim dengan transport media yang sesuai.

g).Permintaan uji harus jelas

h).Semua riwayat penyakit harus ditulis dengan jelas di dalam formulir/surat pengantar.

i).Dalam  pengiriman sample organ untuk uji histopatologi harus menyertakan hasil pengamatan patologi anatomi.

j).Dalam  pengiriman sample untuk uji konfirmasi rabies, harus menyertakan nama dan identitas lain korban gigitan (bila ada korban gigitan).

k).Pelanggan bersedia membayar biaya uji sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2012, tanggal 12 April 2012  tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Pertanian

l).Hal-hal yang belum jelas atau bersifat khusus, harap menghubungi BB-Vet Denpasar sebelum mengirim  sample  untuk tujuan pengujian atau konfirmasi diagnosa penyakit hewan.

2.Tempat pelayanan dan Ruang Penerimaan Sampel/Bagian Epidemiologi

Pelanggan yang mau menguji sampelnya untuk diagnosa penyakit hewan atau untuk pengujian mutu bahan asal hewan agar membawa sampelnya bagian  penerimaan sampel/bagian epidemiologi. Bagi Pelanggan yang berasal dari luar kota, sampel dapat dikieim via pos atau jasa pengiriman lainnya, dengan alamat BB-Vet Denpasar, Jl. Raya Sesetan No. 266 Denpasar.

3.Waktu pelayanan:

BBVet Denpasar melayani penerimaan sample, baik yang dibawa langsung oleh customer, maupun yang dikirim via jasa pengiriman.

Untuk customer yang membawa langsung, akan dilayani pada hari kerja:

Senen – Kamis : 08.00 – 16.00 wita (istirahat :12.00 – 13.00 wita)

Jumat : 08.00 – 16.30 wita (istirahat : 11.30 – 13.00 wita)

Sampel yang datang di luar jam pelayanan (yang dikirim lewat jasa pengiriman) dan disertai dengan data-data yang lengkap sesuai dengan persyaratan akan diterima oleh petugas jaga (satpam). Petugas satpam akan menghubungi bagian Epidemiologi untuk diproses/ disimpan di freezer. Jika sampel yang dikirim bersifat urgent/penyakit zoonosis (sampel rabies),petugas bagian Epidemiologi akan memproses dan menghubungi untuk selanjutnya mendistribusikan ke bagian laboratorium terkait.

4.Standar pelayanan jasa pengujian dan diagnosa penyakit hewan di Balai Besar Veteriner Denpasar yang telah berlaku adalah :

No. Jenis Layanan Lama Pengujian (hari) Proses administrasi (hari) Maksimal jumlah sampel per hari
I. Virologi :      
1. Diagnosa penyakit AI :      
  1.     Isolasi dan identifikasi virus AI dengan pengembang biakan (cukture) 3-4 1-2
  2.     PCR AI 2-3 1-2
2. Deteksi antibodi/antigen dengan metode HA/HI 2-3 1-2
3. ELISA Hog Cholera 2-3 1-2
4. Diagnosa ND :      
  1.     Isolasi dan identifikasi virus ND dengan pengembang biakan (cukture) 3-4 1-2
  2.     Deteksi antibodi/antigen dengan metode HA/HI 2-3 1-2
5. ELISA Gumboro 2-3 1-2
6. ELISA Jembrana 3-4 1-2
7. ELISA Rabies 3-4 1-2
8. Diagnosa Penyakit Jembrana dengan PCR 3-4 1-2
9. Diagosa penyakit lainnya dengan metode ELISA

 

2-3 1-2
II Bioteknologi :    
10. PCR Jembrana 3-4 1-2
11. Diagnosa penyakit jembrana, deteksi antoibodi dengan metode western immunobloting

 

3-4 1-2
III Bakteriologi :    
12. Diagnosa penyakit brucellosis deteksi antibodi dengan metode RBPT 2-3 1-2
13. Diagnosa penyakit brucellosis deteksi antibodi dengan metode CFT 5-7 1-2
14. Diagnosa penyakit strptococcosis, isolasi dan identifikasi kuman strepcoccocus sp dengan pengembangbiakan (culture) 3-5 1-2
15. Diagnosa penyakit salmonellosis (culture) 5-7 1-2
16. Isolasi Bakteri 3-5 1-2
17. Uji sensitifitas terhadapantibiotika 3-7 1-2
18. Isolasi jamur (culture) 5-7 1-2
19. ELISA SE 3-5 1-2
20. Aglutinasi Pullorum 1-2 1-2
21. ELISA Anthrax

 

3-5 1-2
IV Parasitologi :      
22. Parasit gastro intestinal 1-4 1-2 100
23. Diagnosa trypanosomiasis (surra) isolasi dan identifikasi trypanosoma evansi 1-4 1-2 100
24. Diagnosa cysticercosis pada babi dan sapi, identifikasi morfologi 1-3 1-2 100
25. Pemeriksaan darah (haematologi) :      
  PCV 1-3 1-2 10
  HB 1-3 1-2 10
  RBC 1-3 1-2 10
  WBC 1-3 1-2 10
  Differential count

 

1-3 1-2 10
V Kesehatan Masyarakat Veteriner :      
26. Uji residu preparat sulfa 3-4 1-2 10
27. Uji residu antibiotika (screning test) gol. Penisilin, tetracyclin. Aminoglikosida, mikrolida 2-3 1-2 25
28. cemaran mikroba 1-9 1-2 10
29. Pemeriksaan daging :      
  – Fisik (pH, warna,bau) 1-2 1-2 10
  – Kimiawi (eber, postma,H2S) 1-2 1-2 10
30. Pemeriksaan Air Susu :      
  – Fisik (pH, warna,bau) 1-2 1-2 10
  – Kimiawi 1-2 1-2 10
31. Uji formalin

 

1-2 1-2 100
VI Patologi :      
32. Perubahan patologi / histopatologi penyakit marek’s 7-10 1-2 10
33. Perubahan patologi / histopatologi ND 7-10 1-2 10
34. Perubahan patologi / histopatologi penyakti infectious bursal disease 7-10 1-2 10
35. Perubahan patologi / histopatologi penyakit hog cholera 7-10 1-2 10
36. Perubahan patologi / histopatologi penyakit strptococcosis 7-10 1-2 10
37 Perubahan patologi / histopatologi penyakit jembrana 7-10 1-2 10
38 Perubahan patologi / histopatologi penyakit ngorok 7-10 1-2 10
39 Perubahan patologi / histopatologi penyakit MCF 7-10 1-2 10
40 Diagnosa penyakit rabies denan teknik FAT/Seller 1-3 1-2 10

 

5.Biaya/Tarif

Besarnya biaya/tarif pengujian juga sangat bervariasi tergantung pada jenis pengujian yang dilakukan.Biaya/tariff pengujian yang diberlakukan di BB-Vet Denpasar sesuai dengan tarif penerimaan Negara bukan pajak (PNBP) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah no. 48 Tahun 2012.Tarif PNBP untuk pengujian yang dilakukan di BB-Vet Denpasar dapat dilihat pada Lampiran2.

 

6.Jangka Waktu Penyelesaian:

Jangka waktu penyelesaian uji (janji layanan) sangat bervariasi  tergantung pada jenis pengujian yang dilakukan dan jumlah sampel yang diterima karena masing-masing proses jenis pengujian membutuhkan waktu penyelesaian yang berbeda. Jangka waktu penyelesaian dapat dilihat dalam Lampiran1.

  1. Prosedur Pelayanan
  • Sampel dapat dibawa langsung ke Kantor BBVet Denpasar atau sampel dapat dikirim via pos/jasa pengiriman lainnya. Sampel yang dikirim dialamatkan ke BB-Vet Denpasar, Jl. Raya Sesetan No. 266 Denpasar dan disertai surat pengantar serta data yang lengkap.
  • Apabila sampel dibawa langsung, pelanggan melapor ke Ruang Penerimaan Sampel (Ruang Epidemiologi) pada jam layanan yaitu:

Hari Senen–Kamis: jam 08.00 – 16.00 wita (istirahat: jam 12.00 – 13.00)

Hari Jumat               : jam 08.00 – 16.30 wita (istirahat jam 11.30 – 13.00)

  • Pelangganakan diterima oleh petugas/penanggungjawab penerima dan pendistribusi sample (PJPPS).
  • Pelanggan mengisi formulir yang sudah disediakan yang berkaitan dengan identitas pengirim, pemilik dan data sample termasuk jenis uji yang diminta.
  • Petugas memverifikasi data sample dan dapat minta penjelasan atau bertanya kepada pelanggan apabila ada hal hal yang belum jelas.
  • Petugas minta konfirmasi kepada laboratorium penguji mengenai ketersediaan bahan uji atau kepastian kesiapan pengujian sesuai dengan permintaan.
  • Apabila pengujian dapat dilaksanakan, petugas langsung mengecek sample (kondisi, jumlah, volume, label dsb.). Sampel yang diterima hanya sample yang memenuhi syarat (tidak busuk, volume cukup, label jelas, dsb.)
  • Petugas memberikan informasi biaya uji. Apabila customer setuju membayar biaya uji sesuai dengan PP No. 8 Tahun 2012 dilakukan pengisian form surat tanda terima sample dan kaji ulang permintaan yang ditandatangani kedua belah pihak (customer dan PJPPS).
  • Pelangganmembayar biaya uji sesuai dengan PP No. 48 Tahun 2012.
  • Sampel diuji sesuai permintaan dan surat pengantar /formulir isian data

sampel dimintakan disposisi ke Manajer Puncak.

  • Jawaban hasil pengujian/laporan hasil pengujian akan dikirim ke  pelanggansesuai alamat pengiriman atau dapat diambil langsung ke BB-Vet Denpasar.
  1. Alur Pelayanan Penerimaan dan Pengujian Sampel

 

Keterangan :

  1. Pelanggan membawa sample ke ruang penerimaan sample/R. Epidemiologi.
  2. Surat pengantar sample atau formulir isian data sample diserahkan kepada manajer puncak untuk mendapat persetujuan untuk diuji.
  3. Sampel didistribusikan ke laboratorium sesuai ruang lingkup pengujian

4.Hasil pengujian dari laboratorium dikirim kembali ke epidemiologi untuk diproses menjadi Laporan Hasil Pengujian.

5.Laporan Hasil Pengujian yang sudah diverifikasi dan sudah sesuai ditandatangani oleh Diagnostisian.

6.Laporan Hasil Pengujian juga ditandatangani oleh Manajer Puncak sebelum dikirim ke customer.

  1. Laporan Hasil Pengujian juga ditandatangani oleh Manajer Puncak dkembalikan ke bagian Epidemiologi.

8.Laporan Hasil Pengujian dibayar di Bendahara PNBP , selanjutnya langsung dikirim ke pelanggan atau dapat diambil langsung oleh customer.

 

Adapun jenis pelayanan pengujian yang dilayani di BB-Vet Denpasar dapat dilihat pada table  berikut:

 

Tabel 1. Jenis Pelayanan Pengujian di BB-Vet Denpasar

No Lab. Uji Jenis Uji Jenis Sampel
1 Bakteri Brucella RBT serum
    Isolasi kuman organ, feses, swab
    Pullorum Rapid Test serum
    SE Elisa serum
    SE Isolasi organ
    Isolasi jamur organ, feses, swab
    Anthrax Elisa serum
    Brucella CFT serum
    Sensitivitas test organ, feses, swab
    Isolasi dan identifikasi Salmonella sp. organ, feses, swab
    Isolasi dan identifikasi Streptococcus sp organ, darah
2 Biotek JD PCR darah, organ
    JD Elisa serum
    Western Immunoblotting serum
3 Kesmavet Cemaran Mikroba daging, susu, telur
    Coliform daging, susu, telur
    E.coli daging, susu, telur
    TPC daging, susu, telur
    Salmonella daging, susu, telur
    Staph. Aureus daging, susu, telur
    Campylobacter daging, susu, telur
    Residu Antibiotika daging, susu, telur
    Residu Aminoglikosida daging, susu, telur
    Residu Makrolida daging, susu, telur
    Residu Penicilin daging, susu, telur
    Residu Tetracyclin daging, susu, telur
    Residu formalin daging, susu, telur
4 Parasitologi Cacing Identifikasi cacing
    Parasit darah Identifikasi darah, ulas darah
    Uji Apung feses
    Uji Sedimentasi feses
    Trypanosoma Identifikasi darah, ulas darah
    Hematologi darah
5 Patologi Nekropsi bangkai utuh
    Histopatologi organ
    Rabies FAT otak, kepala
6 Virologi Rabies Elisa serum
    AI HA/HI serum
    AI Isolasi organ, feses, swab
    BVD Elisa serum
    PMK Elisa serum
    Hog cholera Antibodi Elisa serum
    Hog cholera Antigen Elisa klot darah
    IBD Elisa serum
    IBR Elisa serum
    ND HA/HI serum
    ND Isolasi organ, feses, swab
    AI PCR organ, darah, swab
    PRRS Elisa serum
       
       

 

  1. Sarana dan Prasarana Pelayanan

BB-Vet Denpasar memiliki ruang khusus pelayanan penerimaan sampel yang dilengkapi dengan ruang tunggu yang nyaman, dan sarana lainnya.

 

  1. Standar Operasional Prosedur (SOP)

BB-Vet Denpasar dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada pelanggan menetapkan sejumlah SOP dimasing-masing bagian. SOP BB-Vet Denpasar dibuat dan dijilid,  merupakan satu kesatuan dari sistem pelayanan yang diberikan oleh BB-Vet Denpasar.

 

IV.MAKLUMAT PELAYANAN

DENGAN INI, KAMI MENYATAKAN SANGGUP MENYELENGGARAKAN PELAYANAN SESUAI STANDAR PELAYANAN YANG TELAH DITETAPKAN DAN APABILA TIDAK MENEPATI JANJI INI, KAMI SIAP MENERIMA SANKSI SESUAI PERATURAN PERUNDANGAN-UNDANGAN YANG BERLAKU.

V.SISTEM INFORMASI PELAYANAN PUBLIK

BB-Vet Denpasar menyediakan pelayanan informasi kepada public melalui berbagai media:

  • Media online:

Customer dapat mengakses informasi pelayanan public dengan mengunjungi website bbvet denpasar yaitu : http:// www. bppv-dps.info atau http://www.bppv-dps.ditjennak.deptan.go.id

5.2 Ruang Epidemiologi/ruang penerimaan sample/ruang pelayanan informasi publik

Customer dapat memperoleh informasi, baik lewat brosur, buku, dan media lain mengenai berbagai informasi public.

5.3 Perpustakaan:

Customer dan masyarakat umum dapat memanfaatkan layanan perpustakaan untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai hal seperti hasil surveilans, hasil penyidikan, hasil penelitian, dan informasi lainnya.

Perpustakaan melayani umum setiap hari kerja. Masyarakat umum dapat datang langsung ke perpustakaan BBVet Denpasar dan akan dilayani sesuai prosedur.

Untuk memudahkan pelayanan, perpustakaan BBVet Denpasar juga dapat diakses secara online lewat web:http://ditjennak.pertanian.go.id/perpustakaan/bbvetdenpasar/.Disini, masyarakat dapat mengakses informasi mengenai koleksi bahan pustaka yang terdiri dari buku literatur baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris, majalah, jurnal ilmiah serta buku ilmu pengetahuan lainnya yang dimiliki oleh BBVet Denpasar.

Disamping itu, dalam rangka keterbukaan informasi public (IP), BBVet Denpasar sebagai badan public melayani permintaan informasi public sesuai dengan aturan yang berlaku.Pelayanan dan pengelolaan informasi ditangani oleh PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi).

Pengguna IP dapat mengajukan permintaan

  • secara tertulis: ditujukan kepada PPID Pelaksana menggunakan form yang sudah ditentukan (lampiran3)
  • tidak tertulis: petugas PPID akan mencatat informasi publikyang diminta.

Syarat :

Untuk permintaan IP, pengguna IP wajib melampirkan :

  • Akta pendirian dan perubahannya (untuk badan hukum)
  • KTP (untuk Perorangan)
  • Surat Kuasa atau Surat Tugas (wakil Badan Publik/kelompok)
  • Mengisi form permintaan IP yang disediakan di desk/counter PPID

ALUR PELAYANAN PERMINTAAN INFORMASI PUBLIK

 

 

 

Keterangan :

  • Pemohon mengajukan permintaan informasi
  • PPID mencatat permintaan informasi
  • Pemberian tanda bukti
  • Pemberitahuan permintaan informasi ke Ka.Balai
  • Permintaan disetujui?
  • Pemintaan tidak disetujui PPID menyampaikan alasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlakudan penolakan disertai alasan
  1. Permintaan disetujui

7)  a. Permintaan tidak perlu perpanjangan waktu langsung pemberian informasi.

b.Permintaan perlu perpanjangan waktu?

8) Perlu perpanjangan waktu  7 hari kerja, pemberian informasi yang diminta.

 

VI.SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

Pelaksanaan pengujian sample ditangani oleh medik dan paramedik veteriner yang sudah kompeten di bidangnya. Personil yang menangani pelayanan penerimaan sample dan pengujian tertuang dalam SK Kepala BBVet Denpasar No 14/Kpts/OT.130/F5.F/01/2014, tentang Struktur dan Bagan Organisasi Sistem Manajemen Mutu SNI/IEC 17025 Laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar.Jumlah SDM inti di masing-masing bagian dapat dilihat pada table di bawah ini:

 

Tabel 2. Jumlah SDM di masing-masing Bagian/Laboratorium di BBVet Denpasar

No Bagian SDM
1 Manajemen 4 orang
2 Diagnostisian 5 orang
3 Virologi 2 orang dokter hewan (MT, penyelia)

3 orang paramedic (penguji)

4 Bakteriologi 4 orang dokter hewan (MT, penyelia, penguji)

3 orang paramedic (penguji)

5 Parasitologi 2 orang dokter hewan (MT, penyelia)

2 orang paramedic (penguji)

6 Patologi 3 orang dokter hewan (MT, penyelia)

3 orang paramedic (penguji)

 

7 Bioteknologi 3 orang dokter hewan (MT, penyelia)

3 orang paramedic (penguji)

 

8 Kesmavet 3 orang dokter hewan (MT, penyelia)

3 orang paramedic (penguji)

 

9 Epidemiologi/Penerimaan Sampel 2 orang dokter hewan(PJPPS)

5 orang operator computer

 

10 Pemusnah Sampel 1 orang dokter hewan (PJPS)

5 orang staf (anggota)

11 Peralatan dan Lingkungan 4 orang (PJPL dan anggota)

 

Keterangan :

PJ PPS         : Penanggung Jawab Penerima dan Pendistribusi Sampel

PJ PS            : Penanggung Jawab Pemusnah Sampel

PJ PL            : Penanggung Jawab Peralatan dan Lingkungan

MT                 : Manajer Teknis

 

 

VII. UNIT PENGADUAN

Dalam rangka memenuhi kepuasan customer dan untuk menampung saran saran untuk perbaikan pelayanan di masa yang akan datang, BBVet Denpasar telah menyediakan sarana dan personil yang khusus melayani pengaduan. Disamping itu, BBvet Denpasar secara rutin sudah melakukan survey kepuasan pelanggan.Adapun sarana yang tersedia di unit pengaduan, yaitu:

  • Kotak saran/pengaduan dan buku log pengaduan serta formulir  pengaduan
  • Pejabat pengelola pengaduan (SK terlampir)
  • Loket pengaduan
  • Informasi nomor telpon pengaduan yaitu: 0361 720 862,

fax:(0361) 720 615/ (0361) 720 415

  • Informasi email pengaduan yaitu : bbvdps@gmail.com
  • Informasi Prosedur pengaduan
  • Informasi pengelolaan pengaduan

 

  • Prosedur pengaduan

a.Pengguna layanan yang tidak puas atas pelayanan petugas BBVet Denpasar, dapat melayangkan pengaduan melalui :

  • Telpon: (0361) 720 862
  • Fax : (0361) 720 615/ (0361) 720 415
  • Email: bbvdps@gmail.com
  • atau datang langsung dengan mengisi formulir pengaduan yang sudah disediakan.

 

  • Formulir pengaduan yang sudah diisi selanjutnya dimasukkan ke dalam kotak saran atau diserahkan langsung kepada petugas.
  1. Alur Pelayanan Pelayanan dan Pengelolaan Pengaduan Pelanggan

Keterangan :

  • Penguna layanan customer menyampaikan pengaduan melaluivia telpon/fax/email/secara lisan/datang langsung dengan pengisian formulir.

2). Keluhan akan dicatat ,diverifikasi, didokumentasikan ke dalam buku log pengaduan oleh seksi informasi dibantu bagian Epidemiologi. Keluhan akan disampaikan seksi informasi ke Kabid Yanvet.

3). Kabid Yanvet melaporkan keluhan ke Kepala Balai.

4).Keluhan pelanggan yang sifatnya ringan dan dapat ditangani secara langsung oleh bagian terkait, segera diselesaikan dan diperbaiki.

5).Keluhan yang bersifat berat dan kompleks sehingga tidak bisa ditangani oleh bagian terkait, maka oleh Kabid Yanvetsegera dilakukan langkah-langkah untuk mendapatkan penanganan.

6).Kabid Yanvet melakukan investigasi terhadap kebenaran laporan dan melakukan analisis penyebab.

7).Keluhan akandibahas di dalam rapat untuk mendapatkan rekomendasi mengenai tindakan perbaikan yang perlu dilakukan dan mencegah agar kasus serupa tidak terulang lagi.

VIII.SARANA BAGI PENGGUNA LAYANAN BERKEBUTUHAN KHUSUS

Untuk memberikan kenyamanan kepada semua lapisan masyarakat pengguna layanan, BBVet Denpasar telah menyediakan ruangan yang diperuntukkan bagi pengguna layanan berkebutuhan khusus seperti ruangan untuk ibu menyusui, ibu hamil dan pengguna layanan berkebutuhan khusus lainnya.

IX.SERTIFIKASI 17025:2008 dan ISO 9001:2008

Sebagai laboratorium penguji, Lab. BBVet Denpasar telah menerapkan sistem manajemen mutu 17025:2008 dan telah mendapatkan sertifikat akreditasi 17025:2008  sejak tahun 2002 dengan kode LP-123-IDN, SNI/ISO/IEC 17025:2008 (ISO/IEC 17025:2005) yang berlaku dari tanggal 21 Pebruari 2013 sampai dengan tanggal  20 Pebruari 2017. Berdasarkan surveilans yang dilakukan oleh tim dari KAN, status akreditasi tersebut tetap dapat dipertahankan sampai saat ini.

 

BB-Vet Denpasar juga telah mendapatkan sertifikasi dalam penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008, dari TUV Rheinland Cert Gmbh dengan nomor sertifikasi 01 100 1327149 yang berlaku sejak tanggal 26 Desember 2013 sampai dengan 25 Desember 2016.

X.ATRIBUT

Pengguna layanan akan dilayani oleh petugas yang menggunakan pakaian seragam dan atribut sesuai aturan.

  1. PENUTUP

Demikian Standar Pelayanan Publik di BBVet Denpasar ini dibuat dengan harapan dapat menjadi pedoman bagi petugas BBVet Denpasar dalam memberikan pelayanan yang terbaik, dan bagi masyarakat luas agar dapat memanfaatkan secara optimal pelayanan public yang diberikan oleh BBVet Denpasar. Apabila di kemudian hari ditemukan kekeliruan dalam standard pelayanan ini akan dilakukan perbaikan.