Balai Besar Veteriner (BBV) Denpasar menggelar Sosialisasi Penerapan Biosekuriti pada Peternakan Babi Skala Kecil dan Kompartemen Bebas African Swine Fever (ASF) pada Kamis, 4 September 2025, bertempat di Gedung Serba Guna BBV Denpasar. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 WITA ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan kasus ASF di wilayah Asia Pasifik, khususnya di Bali.
Sosialisasi ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Kementerian Pertanian, Balai Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali serta kabupaten/kota, hingga pelaku usaha peternakan. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya penerapan biosekuriti berlapis serta kompartemen bebas ASF untuk melindungi populasi babi dan menjaga keberlanjutan usaha peternakan.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) Provinsi Bali dan CV Natalia Farm yang menyatakan komitmennya dalam mendukung penerapan standar biosekuriti dan program kompartemen bebas ASF. Kehadiran pelaku usaha tersebut menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah, akademisi, dan swasta dalam memperkuat ketahanan peternakan babi di Bali.