Balai Besar Veteriner Denpasar (BBV Denpasar) melaksanakan rapat koordinasi bersama Kepala Balai dan para Penanggung Jawab Laboratorium (PJ Lab) dalam rangka memperkuat strategi pengendalian dan pencegahan Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), khususnya Lumpy Skin Disease (LSD) yang saat ini terdeteksi di Kabupaten Jembrana, Bali.
Dalam rapat tersebut, Ketua Kelompok Substansi Pelayanan Veteriner (Kapoksi Yanvet), drh. I Ketut Narcana, M.Si. memaparkan evaluasi kinerja surveilans dan pengujian penyakit yang telah dilaksanakan. Paparan tersebut mencakup peningkatan pengujian untuk mendukung lalu lintas ternak, serta menyampaikan rekap hasil kusioner yg sebelumnya sudah diisi oleh dinas terkait penyusunan desain surveilans yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah kerja (wilker) BBV Denpasar di tahun 2026 serta mengoptimalkan peranan Medik Veteriner sebagai penangungjawab di kabupaten/kota wilker BBV Denpasr dalam pemantauan kejadian PHMS.
Kepala BBV Denpasar dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan surveilans yang hasilnya dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat, serta perlunya melibatkan tim dinas terkait dalam setiap pelaksanaan kegiatan surveilans. Selain itu, pemanfaatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara optimal untuk mendukung layanan veteriner juga menjadi perhatian, seiring dengan perlunya sinkronisasi pelaksanaan surveilans investigatif di sentra peternakan dan pasar hewan.