Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang di Website Balai Besar Veteriner Denpasar, silahkan tanyakan sesuatu kepada kami

Field Day GIAHS : Penguatan Dukungan Internasional Untuk Keberlanjutan Sistem Pertanian Salak Bali

  • 26/11/2025 08:00:00
  • By : Admin Satker
  • 26
Field Day GIAHS : Penguatan Dukungan Internasional Untuk Keberlanjutan Sistem Pertanian Salak Bali
Karangasem, 26 November — Sebagai tindak lanjut atas pengakuan internasional dari FAO melalui penghargaan Globally Important Agricultural Heritage Systems (GIAHS) untuk sistem agroforestri salak di Kabupaten Karangasem, Kementerian Pertanian mengundang para perwakilan negara mitra di Indonesia untuk menyaksikan langsung keunikan serta nilai budaya site GIAHS tersebut.
Kegiatan Field Day yang dipimpin oleh Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pertanian ini dihadiri oleh Wakil Bupati Karangasem, perwakilan berbagai Kementerian/Lembaga, UPT lingkup Kementerian Pertanian, serta UPT Pemerintah Kabupaten Karangasem. Sejumlah perwakilan negara sahabat juga turut hadir, antara lain Duta Besar Bangladesh, Konsul Jenderal India dan Tiongkok, serta perwakilan dari Chile, Belanda, Rusia, Australia, WFP, dan World Bank.
Agenda kunjungan ini bertujuan memperkenalkan lebih dekat site GIAHS Karangasem yang baru saja meraih sertifikat pengakuan FAO pada akhir Oktober 2025. Para peserta diajak memahami nilai penting agroforestri salak tidak hanya dari aspek budidaya, tetapi juga dari perspektif sosial, budaya, dan keberlanjutan lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar, drh. Imron Suandy, M.V.P.H, menyampaikan masukan strategis kepada para pemangku kepentingan. Ia menekankan perlunya pemberian insentif ekonomi bagi petani dan masyarakat di kawasan GIAHS agar tetap berkomitmen melestarikan sistem agroforestri salak dan tidak terdorong mengalihkan fungsi lahan, terutama di tengah perubahan orientasi generasi muda.
Ia juga menyoroti pentingnya diversifikasi usaha untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, antara lain melalui integrasi antara komoditas salak dengan sektor peternakan sebagai model pertanian terpadu yang berkelanjutan.
Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri turut menegaskan bahwa keberlanjutan GIAHS agroforestri salak memerlukan kemitraan multipihak yang kuat. “Salah satu cara untuk memastikan keberlanjutan GIAHS ini adalah melalui kerja sama bilateral dengan negara mitra serta kolaborasi dengan organisasi internasional, terutama untuk membuka peluang fasilitasi promosi perdagangan komoditas salak,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menyampaikan apresiasi dan ketertarikannya. “Kami sangat terbuka untuk diskusi lebih lanjut dan siap mempromosikan Karangasem. Masukan ini juga akan kami sampaikan kepada Kementerian Pertanian RRT,” ungkapnya.
Selain itu, Asisten Deputi Bidang Koordinasi Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan Kemenko PMK menyampaikan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat keberlanjutan GIAHS Karangasem.
“Kami akan memfasilitasi koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk penyelarasan program, termasuk melalui Tim Koordinasi Nasional Pelestarian Budaya dan Alam Indonesia, agar upaya penguatan GIAHS Karangasem berjalan lebih terpadu,” tuturnya.
Dengan adanya perhatian dan dukungan internasional yang semakin kuat, diharapkan keberlanjutan sistem pertanian salak Bali dapat terus terjaga, sekaligus menjadi contoh sukses pelestarian warisan pertanian dunia.
 

KATEGORI


Whatsapp Call Center Balai Besar Veteriner Denpasar